Category Archives: Uncategorized

Protected: Day To Be Grateful

Standard

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Protected: Will You Listen?

Standard

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Janji

Standard

Mungkin salah satu yang paling dikagumi oleh banyak orang mengenai Abraham, adalah ketabahannya menunggu janji Tuhan.  Tuhan memberikan janji yang luar biasa — perhatikan bintang-bintang di langit, maka keturunan mu akan sebanyak itu — perhatikan pasir di laut, keturunan mu akan sebanyak itu.  Sampai hari ini tidak seorang pun bisa menghitung jumlah pasir di laut atau bintang di langit. Sampai pada matinya, Abraham hanya melihat dua orang anak — Ishak dan Ismail.

Saya beberapa kali membaca postingan facebook, atau mengunjungi kedukaan, dimana seseorang yang sudah tua beristirahat.  Biasanya keturunannya akan banyak, beberapa anak, banyak cucu, ditambah cicit. Kedukaan seperti ini sudah seperti perayaan, karena tidak ada lagi yang perlu disesali atau ditangisi, sudah cukup menikmati hidup ini.

Tapi Abraham mati tua, dengan dua orang anak dan mungkin beberapa cucu dan cicit — tidak disebutkan berapa anak Ismail, tetapi anak Ishak si kembar Esau dan Yakub masih remaja. Beda usia Ishak dan Ismail 14 tahun, jadi mari berasumsi anak Ismail telah berusia 28-29 tahun dan kemungkinan sudah menikah dan memiliki keturunan bayi-bayi atau balita. Tetap hitungannya tidak banyak.   Janji seperti pasir di laut dan bintang di langit itu seperti mimpi kosong.

Tuhan juga berjanji, seluruh Tanah yang dilihat matanya, sampai ke ujung horizon nya dimana Abraham tidak lagi dapat melihat batasnya, akan menjadi miliknya.  Abraham hanya punya satu sertifikat tanah, gua Makphela dimana ia menguburkan Sara.  That’s all. Janji kepemilikan tanah sejauh mata memandang itu seperti angan-angan di siang bolong.

Abraham tidak pernah mundur dari keyakinannya, kepercayaan dan keikhlasannya. Dan itu yang mengagumkan. Nrimo. Semeleh. Salah satu pertanyaan yang akan saya tanyakan kepada Tuhan when I meet him is: bagaimana bisa manusia setabah ini tidak langsung masuk surga.  Kesalahannya yang tertulis tidak terlalu berat (at least untuk saya), sekedar white lies untuk melindungi dirinya dan isterinya pada saat mereka memasuki Mesir — mengakui Sara adalah adiknya, rasanya bukan dosa yang tidak terampuni.  Elia marah-marah (sering), langsung masuk surga.  Musa marah-marah (sering), mati sebentar lalu langsung masuk surga. Dalam perasaan ketidakadilan saya, agak heran mengapa Abraham tidak langsung masuk surga.

Dear God, Your promise is the best, but Abraham’s life tell us that to understand the promise we need to understand what beyond just belief and faith.