Monthly Archives: August 2010

Boneka Kertas

Standard

Kegiatan project day Sabat yang lalu. *Akhir-akhir ini sering project day yaa*  Ide-nya dari http://www.makingfriends.com. Boneka diprint di atas construction paper dan diresize menjadi A3 (ukuran aslinya A4).  Sebelumnya saya banyak menggunakan template untuk tokoh-tokoh alkitab, tapi kali ini saya print template bertema negara-negara. Ada boneka berbaju India, China, Jepang dan lainnya.

Advertisements

Learn From Hannah

Standard

This slideshow requires JavaScript.

Setelah drama alkitab, kali ini drama bercerita tentang seorang bapak yang membagi-bagikan traktat kesehatan. Setelah berulang-ulang ditolak oleh orang-orang, traktatnya malah diminati oleh anak-anak. Malah karena anak-anak itulah orang-orang dewasa kemudian juga tertarik.  Semua terlibat bermain drama (seperti biasa) dan menyanyikan lagu Tarik Jiwa Satu sebagai penutupnya.

Untuk lagu istimewa kelas Kindergarten menyumbangkan nyanyian. Waktu latihan lumayan ada enam orang yang latihan, tapi pas tampil, sisa tiga orang, yang akhirnya setiap orang pegang satu mic sendiri dan menghasilkan suara-suara yang lumayan heboh. *thumbs-up*

Saya deg-deg an bukan lagi waktu anak-anak berkhotbah, tapi waktu tiga orang — Arvy, Jeremi dan Ryan, masuk ke mimbar. Biasanya ada orang dewasa yang mengiringi mereka, tapi sekarang mereka sendiri saja. Berdoa, duduk, berdiri, dan menjalankan tugas mereka dengan mulus dan percaya diri.

Lagu istimewa kali ini benar-benar istimewa. Junior memainkan biola “The Holy City” dan grup memainkan biola “Angkat Nafiri”. 10 biola bermain bersama-sama, soprano dan alto. Walaupun nadanya engga bener-bener pas semua, maklumlah masih baru belajar, tapi secara keseluruhan sangat memenuhi syarat untuk sebuah lagu istimewa.

Khotbah kali ini berkisah tentang Hannah. Hannah adalah seorang ibu yang pada awalnya bersedih karena keadaannya yang tidak mempunyai anak. Namun melalui ketegaran yang juga diajarkannya kepada anaknya, Samuel, ia pada akhirnya berbahagia. Tidak semua ibu seperti Hannah yang mampu mengajarkan ketegaran dan kemandirian dalam waktu singkat. Tidak semua anak bertumbuh seperti Samuel yang tidak cengeng.

Setiap anak menceritakan sebuah bagian dari cerita perjuangan Ibu Hannah dan menutupnya dengan sebuah lagu.  Arvy dengan pujian How Excellent Your Name Is. Patricia dengan Walau Seribu Rebah.  Jeremi dengan Sembilan Puluh Sembilan. Ryan dengan Pelangi Di Balik Hujan. Sharon, Fifin, Steven, Matthew dengan pujian I Will Sing For The Mercies dan diakhiri dengan kesimpulan oleh Ryan dan lagu pujian My Tribute oleh Patricia. I myself felt so blessed play the piano dan violin for and with these talented children. Each time I create a program for them, there is nothing much I plant in them more than what they actually had.  I only guide them towards the right pathway and give them a chance to explore themselves.  Hope they will continue their service toward God only, learn to lean to Him and to be like Him only.

Topeng Piring Kertas

Standard

This slideshow requires JavaScript.

Naah, ini adalah hasil project day yang terbaru. Dari piring kertas, tantangannya adalah membuat sebuah topeng. Peralatan standar seperti kertas warna-warni, gunting dan lem disediakan.  Seperti biasaaaa, kebanyakan masih berkutat dengan ide. Saling menyalahkan yang satu lebih bagus daripada yang lain (maklum lah ini masih didikan sekolah SD normal dimana batas antara hitam dan putih dibuat hanya selebar 0.5 milimeter…gubrak…padahal siapa yang bilang bahwa kita tidak boleh membuat kreasi se ‘gila’ mungkin? saya masih kepingin mendorong anak-anak ini untuk berfikir lebih luas tanpa batasan bagus dan jelek, pintar dan bodoh. terserah mau bentuk gimanapun warna gimanapun).  Beberapa anak memilih menyembunyikan hasil karya nya sangkin engga pe de nya ngeliat temen yang lain dan menolak difoto. Jadi inilah hasil karya yang cukup narsis..hehe.

Pine Cone and Shells

Standard

Setiap minggu ke dua setiap bulan adalah Project Day.  Biasanya orangtua rapat majelis, maka anak-anak akan membuat sebuah karya atau proyek. Paling sering adalah paper craft. Membuat kompleks gudang, kereta api, mobil, rumah, diorama dari kertas.  Salah satu yang paling susah adalah membuat keranjang dari kertas koran.  Anak-anak maunya cepat-cepat selesai dan tidak suka menunggu lama supaya keranjangnya selesai. Alhasil, lipatan kertas koran nya berantakan dan tidak lurus, mengakibatkan bentuk keranjangnya juga tidak bulat mulus dan sangkin cepet-cepetnya, cat minyak berceceran di lantai!

Yang juga pada ga sabaran membuatnya adalah lukisan cap kentang. Meraut kentang memang ga bisa cepet-cepet. Tidak semua anak berhasil membuat lukisan yang bagus.

Yang paling gres adalah project membuat sesuatu dari pine cone atau buah pinus yang kering plus kulit kerang. Beberapa membuat kalung yang ditempel di tali rafia (ck ck ck), beberapa yang lain membuat hiasan dinding.