Hari Anak

Standard

sabatanak

Persiapan? Seminggu. :D 

Dimulai dengan song service yang dipimpin ibu Mei, anak-anak berbaris ke depan dan mulai menjalankan acara kebaktian Sekolah Sabat.  Fifin sebagai pemimpin acara dengan lancar mengarahkan teman-temannya yang bertugas untuk doa pembukaan dan berita mission (Ryan).  Sebelum berpisah kelas, anak-anak menyanyikan sebuah lagu, Give me Oil in My Lamp  dan sesudah pelajaran sekolah sabat yang berpisah kelas, anak-anak langsung bersiap di hadapan jemaat untuk membawakan lagu istimewa berupa Medley, I Am Giving, Clap Your Hands dan All Nights All Days. Patricia melanjutkan dengan dorongan PP.  Topiknya tentang nama yang telah diberikan orangtua kita kepada kita dan bukan hanya bermakna untuk panggilan tetapi sesuatu yang harus dijaga karena Allah juga mengenal kita dari nama dan tabia kita. Doa Penutup dibawakan oleh Justin.

Kalau biasanya cuma tiga orang maju ke mimbar, kali ini enam orang maju. Yang khotbah aja tiga orang kan? Ibu Mei mengambil peran sebagai pemimpin acara yang berdoa pembukaan dan memimpin ayat bersahutan. Lagu yang dinyanyikan sabat ini khusus juga lagu anak-anak. Bacaan persembahan dibacakan oleh Patricia dan doa persembahan dipimpin oleh Guruh.

Cerita anak-anak lumayan seru. Mungkin Arvy gugup kali ya, waktu latihan, gayanya oke banget, tanpa liat text dan mengacungkan tinggi-tinggi betadine dan hansaplas sembari bertanya pada teman-temannya.  Tapi begitu waktu cerita anak-anak dimulai, Arvy mulai membuka lipatan kertas dan membaca….aaawww.  Hehe…lain kali Arvy bawa gambar yang belakangnya ditulisin aja kalee ya?🙂

Khotbah yang pertama dibawakan oleh Sharon, berjudul Biarlah Terangmu Bersinar. Sharon menggunakan alat peraga berupa lilin yang walaupun ditiup berkali kali akan menyala. Artinya, walaupun setan berusaha mematikan terang kita, dengan adanya Yesus di hati kita, terang kita akan terus menyala dan menyala lagi.

Khotbah yang kedua dibawakan oleh Jeremi, berjudul makanan di atas tanah. Jeremi membawa Oreo dan sebotol madu yang ditawarkan kepada jemaat: “Siapa suka Oreo?” Intinya, tidak seperti orang-orang Israel di padang gurun jaman dahulu yang bersungut-sungut walaupun Allah telah menyediakan mereka makanan persis di luar tenda mereka, kita harus bersyukur atas semua pemeliharaan Allah kepada kita. Khotbah ketiga dibawakan oleh Steven, berjudul Peta Untuk Kehidupan. Jika kita memerlukan peta untuk mencari jalan ke surga, ambillah Alkitab. Allah telah menyediakan penuntun yang lengkap.

Kesimpulan ditutup dengan cerita dari buku Treasures of the Snow, tentang anak-anak di Swiss yang berubah karena pelajaran dari Alkitab. Anak yang jahat dan licik menjadi seseorang yang berani mengorbankan nyawanya melalui badai salju untuk mencari seorang dokter untuk teman yang pernah disakitinya. Demikianlah pengaruh besar firman Tuhan dalam kehidupan seseorang.

Sesudah doa penutup, setiap anak berkumpul untuk didoakan dan foto bersama, lalu mendapatkan bingkisan berupa makanan kecil. Asik. Kapan lagi ada hari anak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s