Kesan

Standard

Saya mencoba mengenang beberapa gereja yang pernah saya kunjungi dan membuat ranking berdasarkan keramahtamahan mereka kepada saya.

Tahun 2002-2006 saya sering banget ke Lombok untuk urusan kerjaan. Di Lombok hanya ada satu gereja Advent, di Ampenan. Ampenan dan Mataram sebenernya hanyalah dua buah tempat yang cuma dipisahkan oleh sebuah kali yang ga begitu besar. Seperti Krawang dan Bekasi.

Gereja di Mataram menurut saya okey banget dari sisi keramahtamahan. Ada yang mengajak saya ngobrol bukan sekedar menyalami selamat sabat, ada yang ngajak makan potluck habis kebaktian dan bukan sekedar basa-basi. Jadi saya betah, tinggal sampe siang, menghadiri acara PA dan kebaktian rabu malam.

Gereja lain yang berkesan untuk sayaadalah gereja di Taipa. Waktu saya masuk lumayan deg deg an kuatir engga ada yang bisa bahasa Inggris. Ternyata kebaktian dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke Cantonese. Aman! Saya langsung duduk di bagian belakang, yang kebetulan udah ada Yuimi dan seorang Filipino yang datang untuk mengajar kelas guru-guru. Sepanjang kebaktian Yuimi nemenin saya duduk, padahal dia juga harus mimpin acara sekolah sabat dan nyanyi (plizz) pas kebaktian khotbah. Anggota jemaat yang manis begini bikin betah duduk sampe acara PA sampe sore.

Satu gereja yang terburuk dalam urusan ramah tamah, saya temukan di Semarang. Ga tau persis ada berapa banyak gereja di Semarang, tapi temen saya kebetulan mengantarkan ke gereja yang satu ini. Sayangnya, sepanjang kebaktian, saya bener-bener sendirian. Pendeta datang nyamperin hanya untuk bilang selamat sabat dan nanya: dari mana. That’s all! Dari depan ada pengumuman, kami mengundang semua tamu-tamu untuk makan bersama. Tapi kalo ga ada yang ngajak, mana saya mau? Plis deh. Selesai salaman, ga ada yang nyamperin saya, menyalami atau apapun.

Saya menyadari bahwa sendiri sebenernya ga terlalu komunikatif kalo urusan tamu-tamu. Tapi paling engga, kalo udah keluar gereja, udah mulai ngajak-ngajak makan, saya lumayan aktif lah.  Apalagi kalo orangnya obviously ingin diajak? Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s