Sabat Khusus Anak-anak 2008

Standard

Tema acara sabat khusus anak-anak taun ini adalah “Orangtua mengajar kami menginjil”.  Idenya seperti parents day, setiap anak yang berkhotbah akan didampingi oleh orangtuanya, dan bersama-sama berkhotbah.

Michelle didampingi ompungnya. Michelle and ompung berkhotbah tentang keperdulian terhadap lingkungan dan sesama.  Suara Michelle jernih, dan suara ompung berwibawa.

Gaby didampingi mamanya.  Dengan sedikit demonstrasi berupa air yang diisikan ke gelas, dikocok dengan kopi, menggambarkan kehidupan manusia yang dikotori oleh dosa.  Anak-anak memang memerlukan visualisasi.  Selama Gaby berkhotbah, dengungan tawon berkurang dengan drastis.

Jeremi maju sendirian, tapi sebenarnya didampingi amongnya untuk drama Daud dan Goliat.  Penampilan Jeremi agak mirip Daud, sang gembala, dengan balutan kain-kain di sekeliling pinggang dan kepalanya.  Penampilan Among agak mirip Goliat, karena perisai, baju zirah, helm dan pedang raksasa dari karton hitam, plus tombak.  Goliat tentu saja rebah kena batu dari ali-ali Daud.  Jika Tuhan beserta kita, kepada siapa kita harus takut?

Ales menutup rangkaian khotbah dengan kesimpulan untuk anak-anak menginjil.  Didampingi papanya, Ales yang sudah tiga tahun berturut-turut berkhotbah memperlihatkan kematangan berbicara karena pengalaman.  Suaranya jernih dan kata-katanya teratur. 

Seperti tahun sebelumnya, Jennifer memukau dengan suaranya yang merdu.  Julio, Jay dan kakak-kakaknya memberi warna yang berbeda dengan seragam hitam putih mereka, di antara lautan anak-anak dan jemaat ber dress code pakaian batik.  Ibu Hutagaol komentar: “Kok jadi seperti kondangan?” Memang ini kondangan, mengundang anak-anak untuk merayakan sebuah pesta rohani khusus untuk mereka.  Mengundang anak-anak untuk menikmati firman yang diperuntukkan khusus untuk mereka.

Gereja penuh dan tambahan kursi hingga maksimal.  Makanan potluck berlimpah ruah, dan semua tamu dapat hadiah. Bagus juga jika sabat tamu dan sabat anak-anak dilakukan paling tidak 2x setahun?  Walaupun suasana agak sedikit berisik, karena tidak semua tamu-tamu beragama advent dan tidak terbiasa duduk tenang berjam-jam di gereja, in overall, suasana kebaktian nya indah. 

Panggung boneka, yang kali ini gw tekel bersama-sama dengan Ibu Yanti, ternyata makan waktu sampai 15 menit. Selama bermain di panggung boneka, gw merasa ada yang narik-narik boneka yang gw pegang.  Waktu gw puter rekamannya…hahaha…Melvin tak henti-hentinya mengganggu si boneka, ternyata!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s