An introduction in the Park

Standard

Apa yang lebih menyenangkan selain pergi ke taman sore-sore, sehabis kebaktian hari Sabat?  Menurut gw rekreasi hari Sabtu paling te-o-pe dah!  What will wait for you afterwards? Malem minggu, hari minggu, libur, boleh tidur… Kalo pergi-pergi hari Minggu, you will be thinking about the office, the school and all the burden you might know on the coming working week.

Taman ini letaknya di dalem perumahan bertitle: Vermont Parkland.  Perumahannya sendiri ada di jalan raya yang menghubungkan BSD dengan jalan tol lingkar luar.  Deket sekali dengan Ocean Park.  Real estate ekslusif yang dijaga satpam di semua sudut, untungnya dibangun dengan selera berlebihan terhadap taman dan hijau-hijauan.  Walopun kita ga tinggal disini, kita bisa nebeng menikmati taman yang enak, dan private.  Selama kita kebaktian disini, ga ada orang-orang kampung yang lalu lalang atau pedagang asongan yang nongkrong.  Beda situasi kalo kita berada di Taman Lembang, contohnya.  Sebentar-sebentar tukang dagang teriak sama kita, Bu…bakso, Pak…bakso…dan lain sebagainya.  Di taman ini bener-bener ga ada gangguan.

Sebenernya, acara ini kebaktian RT di alam, gabung sama PA karena ya…plis deh…masak ga ngajak? Hehehe….Tentunya ada energizer, ada games yang dibikin sama Merry, anak-anak yang misah untuk kelas kemajuan, dan gw yang mengangkat diri gw sendiri sebagai pembicara bertopik Kesehatan Reproduksi. 

Seperti dugaan gw ~~pengalaman is the best teacher~~, kebanyakan pria ~~baca: bapak-bapak~~ hanya sedikit sekali punya pengetahuan mendasar kesehatan reproduksi.  Mereka ga tau apa itu pap smear, ga ngerti apa cervical cancer dan paling ga bisa dipercaya, mengaku membersihkan daerah pribadi setiap selesai berkemih.  Ah…yang bener aje…di kamar mandi gereja, tidak ada fasilitas tisu dan sabun yang bisa mengakomodasi.  Kaum wanita biasanya bawa tisu masing-masing, kalo pria? What do you expect?

Yang gw mo soroti, ternyata masih ada mitos-mitos beredar yang mereka percayai tentang Seks.  Contoh: apa bedanya perempuan yang masih perawan dengan yang engga?  Dengan polosnya, seorang bapak bilang, kalo perempuan masih perawan, pinggulnya agak naik.  Hhhm….gw agak bingung walaupun pengen ketawa? Gimana dengan pinggul cewe model seperti Maudy Koesnaedi contohnya, gw rasa bentuk badannya tetep langsing keren ga beda udah punya anak ato belon.

Tapi gpp.  Berdiskusi dan sharing begini membuka wawasan dan membuat gw jadi punya ide untuk bahasan acara Rumah Tangga mendatang.  Satu lagi yang gw mo komentarin: Waktu Ibu Hutagaol menyarankan supaya acara ini dibikin lagi dengan forum terpisah orang muda dan orang tua, ada komentar dari orang muda yang cukup kritis.  Mereka bilang bahwa soal kesehatan reproduksi, mereka cukup tahu dan bahkan lebih banyak tahu daripada orang tua. Dan, sampe posisi apa dalam berhubungan seksual yang memungkinkan tidak hamil, mereka tahu. Aduh, kok sama yang dengan nonsense yang udah sering gw denger banget! Emang sapa yang ngajarin posisi-posisi tertentu mencegah kehamilan?  Sayangnya mereka belon tau bahwa itu nonsense, mungkin kebanyakan percaya percaya aja, dan sesudah mengalami sendiri bahwa MBA tidak terelakkan, baru tahu bahwa teori itu ga ilmiah.  Persis pengalaman gw di daerah Indonesia Timur, dimana anak-anak remaja mendapatkan pengetahuan berbau mitos bahwa cara-cara tertentu dalam berhubungan intim mencegah kehamilan. Aih, begitu hamil, baru dia bingung…. dan meningkatkan angka aborsi di kalangan remaja. Sigh.

Well, hopefully akan ada event lain untuk share!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s