Monthly Archives: October 2007

Rainstick

Standard

ss13.jpg

Tema Cerita Mission selama triwulan ini adalah Afrika Barat.  Cerita-ceritanya mengenai anak-anak di Ghana, Nigeria dan sekitarnya.  Untuk SS 13, agak bingung juga kita mo cari acaranya…karena…sering banget tema Afrika muncul, bukan? Anak-anak udah pernah main drama bersetting Afrika, lengkap dengan kostum dan bahasa Afrika.  Pernah menyanyi lagu dalam bahasa Afrika.  Agak-agak bosen dengan Afrika!

Akhirnya, tanpa kostum dan bahasa, kita akan menyanyi lagu yang biasa, tapiii…dengan alat musik Afrika yang udah disesuaikan.  Namanya Rainstick, aslinya bambu yang diisi dengan biji-bijian dan paku payung…bunyinya agak mirip dengan krecekan pengamen….

Kita bikin dari karton aja, diisi kacang ijo, biji jagung dan kedelai, plus bikin drum kecil dari bekas kaleng susu yang ditutup dengan kertas tebal.  Jadilah alat musik Afrika!

Advertisements

Newsletter

Standard

Entah kenapa ya, gw suka bikin Newsletter.  Gw mendapati bahwa newsletter adalah suatu media yang ampuh untuk menjangkau dan memberi informasi, terutama kalo males ngomong terus dan mengulang-ulang hal yang sama.  🙂

Klik nama bulan untuk ngeliat Langkah Kecil! 

January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, December

A Day for Us

Standard

Acara Retreat tahun ini bertempat di Villa Romi, Ciloto Puncak.  Temanya: Pertumbuhan Gereja.  Aaa!! Plis deh…begitu denger, udah langsung pusing kepala gwh.  Sapa juga mo betah dengerin Church Growth? Pendeta-pendeta aja kalo ada seminar bertema gitu, pada ngabur….apalagi gw….ga tertarikkkkk samasekali.

Pikiran pertama  gw adalah: gimana lagi dengan anak-anak?  Ga ada portion untuk mereka, ga juga gw diassign oleh seksi acara.  Teteup gw harus inisiatif menyampaikan ke panitia bahwa acara anak-anak entar gimana?

Akhirnya, gw inisiatif untuk meniadakan acara kelas sekolah sabat, dan membuat kelas kemajuan sepanjang hari sabat.  Gw bikin jadwal, melibatkan Viny, Eka, Lami, Cici, Findy, Ramses, Charles (yang dua terakhir ini pas hari H-nya ga muncul….hhh!) untuk ngajar kelas Adventurer dan Pathfinder, termasuk Surti, Kak Silvy and Oom Moody.  Kesian juga gw sama orang muda, terboring-boring aja gitu….sebenernya mereka udah usul ke gw untuk memisahkan diri, tetapi gw agak ga konsen ~~maafin ya~~ untuk ngurus anak-anak plus orang muda pada waktu yang sama.  Kalo ada kesempatan lagi, pasti gw cari cara deh!

Untungnya acara-nya lancar.  Anak-anak gampang diatur, hampir sepanjang hari mereka punya acara tersendiri, belajar macem-macem kepahaman, terpisah dari orangtua, ga saling ganggu antara anak-anak dan ortu. 

Jadi, ketauan banget, pas seminar setelah makan siang…ada yang tidur, ada yang ngobrol, ada yang males. Seminar kosong melompong.  Anak-anak sibuk sendiri…jadi apa alesannya ga ikut seminar?

Secara gw adalah manusia galak, ga banyak ibu-ibu yang ngotot nemenin anaknya di kelas Eager Beaver.  Gw tegaskan: ga perlu ditemenin! Walopun emang ada ibu-ibu yang nempel sama anaknya. 

Ini perlu gw bahas tersendiri lain kali.  Sementara biasanya anak-anak nempel sama ortunya, yang gw liat disini adalah ortu nempel sama anak-anaknya.  Anak-anak gw suruh bikin prakarya, yang bikinin mak-nya….kumaha?  Sementara anaknya lari-lari, ribut-ribut dan berisik berantem sama temennya. 

Adventurer belajar tentang Batu, Bunga, Burung, Sopan Santun, Olahraga, Ekologi dan Berkemah.  Pathfinder belajar tentang Pohon, Bunga, Storytelling, Red Alert, sementara Eager Beaver belajar tentang Bunga, Batu, Huruf dan Binatang yang sudah punah.

kemajuan.jpg

Have a good time?

I bet they are!

Kelas Kemajuan

Standard

  dsc00226.jpg

Udah satu tahun anak-anak tiap sabat, sebelum atau sesudah PA, mereka rajin belajar dan berlatih di kelas Adventurer dan Pathfinder.  Pembinanya Ibu Surti Sianturi dan Ibu Telly SN.  Kebanyakan adventurer adalah pengikut kelas Busy Bee ato Lebah Rajin, dan Pathfinder pengikut kelas Teman.

Karena itulah, dengan agak terlalu semangat, dan maksain diri, satu hari kita berinisiatif menamatkan kelas-kelas.  Semua anak-anak, yang biasanya pada ga ikut kelas kemajuan juga, pada hari sabat itu, mengenakan seragam putih biru atau hijau hijau.  Beberapa Eager Beaver memang rajin ikut, tapi yang lainnya….yaaaa….gimana ya, hanya numpang nampang ajah…hehhee…ini bukan mo melemahkan semangat, justru sebaliknya!

Yang ditamatkan di Kelas Busy Bee ada 6 orang.  Michelle, Jerika, Gaby, Jeremi, Gabriel dan Theo.  Lainnya masih dianggap sebagai pengikut kelas biasa, yang belum bisa ditamatkan, dan tidak dapat kancing ataupun tanda kepahaman.  Yang ditamatkan di kelas Teman ada 4 orang, yaitu Michael, Willi, Ales dan Nick. 

Mudah-mudahan tahun ini ada kemajuan pesat!

Acara Pembangunan Tabiat Anak

Standard

makes.jpg

Setiap kali libur lebaran, gw ga tau dah mo ngapain.  Mo jalan-jalan ke mana aja, kalo ga penuhhhh bangettttt….pasti sepi banget.  Contohnya, kalo mo ke Ancol, lhah…apa bedanya dengan cari keringet doang, karena semua orang tumplek blek di sana.  Ke Bandung? Sama aja, selain macet, hotel-hotel pasti penuh.  Kalo ke tempat sodara?  Sepi banget lah…mereka juga lagi repot karena ga ada pembokat. 

Penderitaan demikian gw rasa adalah milik banyak orang.  Karena itu tahun ini gw berinisiatif untuk membuat Acara Pembangunan Tabiat Anak bertajuk Sekolah Injil Liburan. 

Bulan Juli yang lalu, di akhir masa liburan sekolah, gw udah bikin acara seperti ini selama 3 hari, hitung-hitung sebagai pilot project.  Waktu itu gw memberi mandat kepada Kak Silvy Hutabarat untuk menjadi boss project.  Acara-nya juga tidak terlalu ribet: Belajar nyanyi, mendengar sebuah cerita, lalu membuat sebuah pekerjaan tangan, ditutup dengan makan bersama.

Menu makanan terdiri dari kacang hijau ~~yang rata-rata anak ga doyan~~, kolak ~~Melvin cuma mau makan (ato minum) kuahnya~~ dan baru terakhir makanan sejuta umat, yaitu Indomi.

Peserta-nya mencapai 18 orang.  Diakhir acara, semua peserta mendapat kenang-kenangan sebuah tempat makanan.

Bulan Oktober ini, karena sudah belajar dari pengalaman yang lalu…acaranya dibalik.  Tanpa nyanyi-nyanyi, begitu dateng langsung membuat sebuah proyek pekerjaan tangan.  Semua anak membuat sebuah topeng, muka manusia dari bubur kertas yang dicampur dengan tepung kanji.

dsc01222.jpg

Anak-anak yang kecil-kecil cukup tertarik.  Mereka berusaha keras membuat sendiri versi wajah mereka.  Mereka juga dengan setia menjemur bubur kertas sampai kering, dua hari kemudian, dan mengecat sebuah wajah dengan menggunakan kuas dan cat kayu.  Sementara menunggu cetakan kering, mereka membuat cetakan sebuah daun di atas kertas.

Terbukti, anak-anak tidak lagi telat datang ke acara APTA.  Rupanya memang mereka lebih tertarik kepada pekerjaan tangan daripada yang lainnya. 

Untuk lebih meriah, kita juga mengundang anak-anak dari jemaat-jemaat lain di sekitar Pamulang.  Lumayan juga tamu yang hadir, ada sekitar 7 orang anak yang menjadi tamu tetap selama 4 hari acara.  Total anak-anak mencapai 30 anak.

Setelah menyelesaikan pekerjaan tangan, anak-anak dibagi menjadi dua kelas.  Kelas anak-anak yang sudah sekolah dengan yang belum bersekolah.  Kelas besar, dipimpin Pak Pendeta, belajar pendalaman Alkitab.  Bukan main-main pelajaran mereka, sampai-sampai ada kata kunci atakanyasabarhubelgela dihafal mati, untuk menghafal 10 tulah.

Kelas kecil, dipimpin Ibu Nur Hutagaol, mendapatkan cerita alkitab dengan tema yang sama dengan lebih banyak alat peraga dan nyanyian.  Setelah satu jam belajar, barulah makan siang bersama.  Menu-nya, nasi, sup, tempe goreng ~~udah kedua kalinya gw liat bahwa anak-anak doyan tempe goreng…sungguh!!~~ dan pada hari terakhir nasi kuning dan ayam goreng.

Kalau pada bulan Juli mereka dapat sebuah tempat bekal, bulan Oktober ini, selain ditamatkan mereka juga mendapatkan hadiah sebuah kantongan snack.  Yang lebih menyenangkan kelihatannya adalah hasil karya mereka.

paper_all.jpg

 

 

This is Your Day

Standard

sep_all.jpg

Sabat khusus anak-anak tahun ini beda dengan tahun lalu.  Sebenernya, yang tahun lalu juga udah cukup bagus menurut gw.  Tahun lalu yang khotbah Willi sama Jeremi.  Ales jadi pemimpin sekolah sabat.  Cumaaaa….yang gw bete, taun lalu Ibu Hutagaol lagi demen banget sama si Anton.  Mungkin karena dia termasuk yang cukup besar, dianggap bahwa dia bisa melakukan tugas-tugas tambahan menggantikan yang ga datang.  Padahallll….ampunnnn…ancurnya minta ampun.  Ngomong biasa aja mulut ga dibuka, gimana juga ngomong di podium??? Tapi, sudahlah.

Taun ini gw buat format-nya beda.  Usulan dari Tante Yanti agar diumumkan jauh-jauh hari bahwa hari khusus anak-anak adalah juga sekalian hari tamu.  Semua anak-anak yang bawa tamu, termasuk tamu-tamunya akan mendapat kenang-kenangan.  Ide bagus!

Tiga minggu sebelumnya, dimana-mana gw udah tempel pengumuman tentang hari khusus anak-anak plus hari tamu.  Bikin undangan, melatih anak-anak kelas Power Point untuk khotbah, minta kesediaan Kak Silvy untuk khotbah juga, melatih anak-anak yang lainnya nyanyi atau bagian yang lain dan mem-format Findy khusus menjadi MC sejuta umat pada hari khusus ini, plus menerbitkan buku acara.

Pas harinya….jam 8:15 gw agak panik, secara gereja udah penuh anak-anak.  Padahal gw masih tempel-tempel sana-sini berbagai dekorasi.  Ibu Surti yang emang bagiannya song service, mengambil inisiatif mengajar anak-anak menyanyi.  Untung lagu-lagunya udah dimuat di buku acara!  Ibu Surti song service selama 45 menit sampe jam 09:00 teng waktu Findy dan Jerika memasuki ruangan.

Gw salut banget dengan guru-guru anak-anak taun ini….persiapannya selalu mateng.  Mereka bawa segala alat peraga dan mainan, sehingga acara belajar sekolah sabat menjadi kesenangan tersendiri.  Perlu gw garis bawahi bahwa semua kreatifitas dan bahan itu ditanggulangi oleh kantong masing-masing!

Acara khotbah yang biasanya ditingkahi keributan anak-anak yang bermain di luar, hari itu tenang banget.  Bukan pada tidur, tetapi mendengarkan dengan seksama.  Ales, Nick, Willi (yang bikin gw gemes karena ketauan banget ga latihan, ngomongnya kacau dan materinya berantakan), dan Kak Silvy memerangkap pendengar yang terpesona.  Gimana engga? Ales tega-teganya memencet setube odol sampe abis dan  Nick menggigit sepotong biskuit Oreo sebagai ilustrasi…..jadi kepingin Oreo juga neehh!!

Acara makan siang juga meriah….padahal potluck biasanya agak tawar karena perencanaan menu yang kurang teratur.  Sebagai penutup adalah acara PA.  Namanya aja PA, yang hadir anak-anak semua!  Paling perlu disorot, sementara anak-anak berdiri dan dengan semangat menyanyikan energizer, PA….~~read again:PA~~ nya malah duduk-duduk aja dengan semangat nonton dan ngetawain.   Plis deh!

Dapet apa sih kalo bawa tamu?  Setelah kaos bergambar kartun terkenal.  Gw menghabiskan setengah hari sendiri mengelilingi pasar pagi dan bernego untuk memperoleh harga yang reasonable untuk 40 kaos.  Hhh…jumlahnya pas banget dengan jumlah tamu dan anak-anak yang bawa tamu.  Ga nyisa sedikitpun.  Beberapa anak yang ga bawa tamu ~~dan ga dapet kaos~~ diem-diem mengeluh.  

Gw hanya mau mengajarkan sebuah pelajaran penting di jaman yang serba instan ini: untuk mencapai sesuatu usaha tetap diperlukan!